Selasa, 25 November 2008

Band SmuQ siap meriahkan Ekspo Pendidikan

Bulan Noevember ini, pas-nya yaitu tgl 27-28 Nov 2008, SMUKQ akan punya gawe yang lumayan besar,yaitu Ekspo Pendidikan. Dalam acara tsb, akan ada 9 perguruan tinggi yang akan berpromosi di sekolah. Nah,biar rame+heboh, maka ekskul Band diminta untuk tampil, tp cm pd tgl 28 aja. Gpp-lah...yang penting bs berpartisipasi dlm acara sekolah,hehehe...
Setelah saya omg2 dg Pak Bambang selaku Ketua, disepakati wkt tampil adalah 3-3,5 jam. Cukup lama.Sampai detik ini yang daftar untuk tampil baru 6 grup. Kebanyakan anak kelas X...Salut dech buat anak kls X.Bagus-bagus mereka itu....(to be continued)

Siswi SMA Kristen 1 dinobatkan sebagai gitarist terbaik

Anastasia Anggia AR Putri dari Atlet Tenis ke Gitaris Terbaik Nasional

Kota Salatiga ternyata memiliki banyak musisi berpotensial yang meramaikan blantika musik nasional. Salah satu di antaranya adalah Anastasia Anggia Anggun Rizky Putri. Selain atlet tenis daerah, Anggia juga mengukir prestasi di dunia musik dengan menyabet gelar gitaris terbaik tingkat nasional.

Menemui Anggia tidaklah sulit. Berbekal sebuah brosur, anda bisa membuat janji untuk bertemu melalui telepon. Menelurusi gang-gang kecil di daerah Perumsat Togaten Salatiga, Radar Semarang akhirnya melihat sebuah mobil pikap bertuliskan Lift-Up, nama band Anggia, yang terparkir di depan rumah bernomor 22.

Seorang lelaki paruh baya menyambut dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Memasuki ruang tamu yang cukup luas, pandangan mata langsung tertuju pada puluhan trophy penghargaan yang terpampang rapi di atas almari kecil. Tampak pula berbagai piagam penghargaan dari beragam kejuaraan musik mengelilingi poster besar bergambar personel band Lift Up.
”Halo, selamat sore, saya Anggia,” sapa seorang gadis berparas manis berrambut sebahu dengan senyum ramah.
Dari gaya berpakaian yang dikenakan, terlebih dengan potongan rambut model terbaru, nampak pas jika ia merupakan penggemar musik cadas. Mengenakan kaos oblong hitam bergambar tengkorak dipadu dengan celana jeans tiga perempat, julukan rocker lekat pada diri Anggia.
Di tangan kanannya masih terlihat bekas gambar tato temporal yang terbuat dari pacar (sejenis tinta-red). Tato itu dibuat untuk menunjang penampilannya dalam Grand Final Festival Musik Cardinal tingkat Nasional yang digelar di Bali 24 Oktober lalu.
”Wah seperti percaya dan tidak, saya berhasil menjadi best guitar dan juara tiga di even nasional. Apalagi kita berhasil menyisihkan ribuan saingan dari mulai audisi,” terang siswi kelas III SMA Kristen I Salatiga ini menceritakan pengalamannya dalam even yang dilaksanakan baru-baru ini di pulau Dewata itu.
Alat musik petik dengan enam senar ini sudah dilakoni sejak masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Beberapa teknik dasar bermain gitar diketahui dari teman–teman sekolah dan bermainnya. Kemampuannya terus diasah dengan belajar secara otodidak. Hingga saat duduk di kelas I SMP Kristen, Anggia dan teman – temannya mendirikan grup band.
”Saat itu memang masih punya gitar bolong, dan setahun setelah itu ayah membelikan gitar listrik seharga Rp 1,5 juta. Senang sekali rasanya,” papar gadis yang kali pertama bisa memainkan lagu More Than Words milik Extreme tersebut.
Sejak itulah, intensitas belajar musik Anggia semakin meningkat. Ia belajar dari berbagai sumber seperti buku, majalah hingga internet. Ia kini memiliki empat gitar yang menjadi partner bermusiknya.
Meski gadis, Anggia menyukai permainan musik rock. Menurutnya, aliran musik ini lebih asyik dan jauh lebih menantang. Dengan dukungan dari orang tua dan sahabat–sahabatnya ia semakin bersamangat untuk terus bermain musik beraliran rock.
”Kesuksesan yang saya raih adalah berkat Tuhan, dan dukungan dari Papa dan Mama,” terang anak bungsu pasangan Johnny Ind dan Yvonne Elisabeth ini.
Berhasil menyabet gelar sebagai gitaris terbaik tidak membuat Anggia berpuas diri. Sebab, ia mengaku masih memiliki banyak obsesi. Selain ingin masuk dapur rekaman, gadis kelahiran Bandung 18 Mei 1991 ini ingin menjadi pemusik profesioanal yang diperhitungkan di blantika musik tanah air.
”Hidup adalah perjuangan, jadi apapun yang ingin saya gapai harus lewat perjuangan yang keras. Dan saya akan terus bermain musik, sampai tidak bisa lagi bermain musik,” tambah penggemar band lokal Andra and the backbone ini.
Di balik perjalanannya sebagai musisi, ia sebenarnya nyaris menjadi olahragawan, tepatnya atlet tenis lapangan. Pasalnya, saat memasuki bangku sekolah menengah pertama ia mengikuti berbagai kejuaraan tenis. Hingga terakhir kalinya ia berhasil menyabet juara tiga lomba tenis pelajar se-Jawa Tengah. Hingga akhirnya usus buntunya bermasalah dan harus dioperasi. Sejak saat itu pula akhirnya ia memutuskan fokus di dunia musik.
SMUQ BAND © 2008. Design by :vio Templates Sponsored by: Lagu Hits Lagu Manca